Sekilas Studio Primastoria

 
 We are conservation team from the Primastoria Studio.
Our team has planned operational procedures for packing, transportation, conservation and restoration work at the laboratory.  The Studio Manager has with more than 8000 hours attended education and more 20 years conservatorial experience.
 

Konservator adalah orang yang mampu melakukan pengamatan (kajian), berpikir analitik, dan melaksanakan konservasi karya seni, artefak, relik, dan benda lain dengan menggunakan metode atau teknik yang benar. Sehingga seorang konservator harus memiliki pengetahuan cukup tentang metode dan teknik konservasi; serta dapat memilih dan menerapkan bahan (materials) atau alat dalam proses konservasi dengan baik. Nantinya, mereka dapat pula mengkhususkan diri pada satu atau lebih bidang konservasi, seperti: batu, logam, kayu, tekstil, lukisan, karya seni bermedia kertas, buku, (pita) film, pita perekam suara, foto, atau benda lain bermedia komplek (campuran). Pengertian konservasi itu sendiri adalah suatu tindakan yang bersifat kuratif – restoratif (penghentian proses kerusakan dan perbaikannya) dan tindakan yang bersifat preventif (penghambatan dari kemungkinan proses kerusakan).

Pekerjaan konservasi dan restorasi lukisan di Studio Primastoria dilengkapi dengan sistem dokumentasi digital. Di sini data klimatologi, kondisi fisik lukisan, bahan dan deskripsi teknisnya diuraikan dalam bentuk database, sehingga pihak pelaksana pekerjaan dimungkinkan memberikan saran dan rekomendasi kepada pengelola lukisan. Ribuan lukisan yang pernah ditangani Studio ini, diantaranya karya: Affandi, Antonio Blanco, Basuki Abdullah, C.L. Dake Jr., Constantin Makowsky, Dullah, Ernest Dezentje, Harijadi, Hendra Gunawan, Kartono Yudhokusumo, Lee Man-fong, Le Mayeur, Nyoman Gunarsa, Popo Iskandar, Raden Saleh, Roland Strasser, Rudolf Bonnet, Srihadi Sudarsono, S. Sudjojono, Trubus S., Wakidi dan lain-lain. Karya-karya lukisan yang ditangani dirunutkan secara kronologis, untuk mengetahui perkembangan teknis dan penggunaan bahannya. Sebagai contoh, karya Dullah tahun 1932, 1950, 1953 dan tahun 1961 dapat dilihat bahwa lukisan yang dibuat tahun 1932 menampakkan tingkat kerusakan yang terparah. Dullah secara teknis mengalami peningkatan kualitas pengerjaan dan bahan yang digunakan (perhatikan lukisan tahun 1932 dan 1950). Tetapi secara fisik penggunaan corak warna tidak ada perbedaan antara tahun 1932 sampai 1961.  

Untuk mengetahui hubungan antara Organisasi (kewenangan) dan Profesi (Kompetensi/ Profesionalisme) Konservasi di Museum.

Alamat: Taman Alamanda Blok BB2 No. 55-59, Bekasi 17510
Mobile|Line|WA: 0812 8360 495  and   0818 2412 72
Email: primastoria@outlook.com

About primastoria

Pemegang Unesco Fellowship Award dari tahun 1989 sampai 1992 ini mendapatkan pendidikan sains konservasi di Tokyo National Research Institute for Cultural Properties (TNRICP), Jepang dari 1989-1990; pernah mengikuti kursus “spotting” di International Fabricare Institute (IFI) di Maryland - Amerika Serikat; serta mengikuti berbagai kursus analisis konservasi di Museum Conservation Institute (MCI) of the Smithsonian Institution di Washington D.C., Amerika Serikat (1991-1992). Selama periode magang di Smithsonian Institution, Subagiyo telah mengadakan kunjungan observasi di laboratorium-laboratorium museum dan lembaga penelitian di kota New York, Harrisburg, dan Washington D.C. Ia pernah ambil bagian dalam pengamatan kerusakan pakaian astronout di National Air and Space Museum (NASA) di Washington D.C. dan demo pencelupan warna di Carnegie Mellon College, Maryland. Pada akhir tahun 2013, Subagiyo melakukan kunjungan observasi di Museum Nasional Tokyo dan Museum Joshibi University of Art and Design, Kanagawa - Jepang. Puji Yosep Subagiyo lahir di Purworejo, Jawa Tengah. Ia adalah seorang konservator bersertifikasi internasional, dan sejak 1986 telah bekerja di Museum Nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Subagiyo yang telah memiliki pendidikan lebih dari 8.000 jam dan 20 tahun berpengalaman di bidang konservasi, banyak melakukan penelitian aneka bahan - teknik pembuatan tekstil tradisional dan lukisan, penulisan, rancang-bangun database konservasi dan kurasi, mengikuti dan pembicara pada berbagai seminar internasional. Di Studio Primastoria, ia juga melayani jasa konsultasi dan konservasi tekstil, lukisan, logam, dan aneka benda etnografi.
This entry was posted in Paintings. Bookmark the permalink.

Comments are closed.