Pekerjaan konservasi dan restorasi lukisan di Primastoria Studio didukung dengan sistem dokumentasi digital, disini data klimatologi, kondisi fisik lukisan, bahan dan deskripsi teknisnya diuraikan dan direkam dalam bentuk database. Sehingga pihak pelaksana pekerjaan dapat mengetahui penyebab dan proses terjadinya kerusakan; serta dimungkinkan memberikan saran dan rekomendasi kepada pengelola lukisan. Kami berpengalaman lebih dari 25 tahun dalam bidang konservasi dan telah menangani ribuan koleksi lukisan karya pelukis (maestro) dalam dan luar negeri, diantaranya karya: Abdullah Sr., Affandi (>30), Agus Djaya, Antonio Blanco (>20), Arie Smit, Auke Sonnega, Basuki Abdullah (>50), Carel L. Dake, Dullah, Ernest Dezentje, Han Snel, Harijadi S. (>20), Hendra Gunawan (>25), Henk Ngantung, Igor Talwinski, Lee Man-fong (>20), Le Mayeur de Merpres (>100), Li Shuji (>40), Maria Hofker, Raden Saleh, Roland Strasser, Romualdo Locatelli, Rudolf Bonnet, S. Sudjojono (>40), Theo Meier, Trubus, Walter Spies, Widayat, dan lain-lain. Kami juga telah merancang-bangun sistem database lukisan untuk evaluasi hasil konservasi dan mengenali karakter atau ciri untuk semua karya dan seniman atau periode tertentu. Semua karya lukisan yang pernah ditangani dirunutkan secara kronologis, untuk mengetahui perkembangan teknis dan penggunaan bahannya. Sebagai contoh, Ada 26 karya Basuki Abdullah tahun 1942, 1950, 1951-52, 1954-55, 1957, 1962-65, 1967 dan tahun 1976 dapat dilihat bahwa lukisan yang dibuat periode tertentu menampakkan tingkat kerusakan yang terparah. Secara teknis atau kualitas pengerjaan dan bahan ada perbedaan (sebagai ciri) dan ada persamaan corak warnanya (juga sebagai cirinya). Sekilas Konservasi Lukisan.